Sabtu, 15 September 2012

terima kasih, cinta

Allah,
Terima kasih kau telah kirimkan karya terbesar-Mu. 
Untuk bapak yang tetap kokoh berdiri ketika matahari belum terbit, 
Untuk bapak yang tetap merasa kuat ditengah udara pagi yang menusuk raga.
Untuk bapak yang tetap tersenyum dengan kondisi kami. 
Untuk bapak, yang tetap tanpa keluh menghadapi perih
Untuk bapak yang mendekap hangat keluh kami.
Untuk bapak yang tiada pernah berhenti
Untuk bapak yang menyinari.
Serta teruntuk bapak yang kami cintai.

Allah,
Terima kasih telah mengirimkan karya terbesar-Mu
Teruntuk mama yang tegar terpaan badai.
Teruntuk mama yang senyumnya menghiasi.
Teruntuk mama yang tetap duduk menepi.
Teruntuk mama yang tiada lelap bermimpi.
Teruntuk mama yang setia menanti
Teruntuk mama yang senyum menghangati.
Teruntuk mama yang doanya menyertai.
Teruntuk mama yang tetap menjadi penggugah hati.

Allah, terima kasih skenario-Mu begitu indah. Terima kasih atas penyertaan bapak, mama, adila, dan aji untuk ku yang terlahir di dunia ini. Terima kasih mama, atas penyertaan doamu di hari-hariku. Bapak, Mama, Aji, Adila, memang Allah sangat mencintai kita. Terima kasih....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar