Sabtu, 15 September 2012

terima kasih, cinta

Allah,
Terima kasih kau telah kirimkan karya terbesar-Mu. 
Untuk bapak yang tetap kokoh berdiri ketika matahari belum terbit, 
Untuk bapak yang tetap merasa kuat ditengah udara pagi yang menusuk raga.
Untuk bapak yang tetap tersenyum dengan kondisi kami. 
Untuk bapak, yang tetap tanpa keluh menghadapi perih
Untuk bapak yang mendekap hangat keluh kami.
Untuk bapak yang tiada pernah berhenti
Untuk bapak yang menyinari.
Serta teruntuk bapak yang kami cintai.

Allah,
Terima kasih telah mengirimkan karya terbesar-Mu
Teruntuk mama yang tegar terpaan badai.
Teruntuk mama yang senyumnya menghiasi.
Teruntuk mama yang tetap duduk menepi.
Teruntuk mama yang tiada lelap bermimpi.
Teruntuk mama yang setia menanti
Teruntuk mama yang senyum menghangati.
Teruntuk mama yang doanya menyertai.
Teruntuk mama yang tetap menjadi penggugah hati.

Allah, terima kasih skenario-Mu begitu indah. Terima kasih atas penyertaan bapak, mama, adila, dan aji untuk ku yang terlahir di dunia ini. Terima kasih mama, atas penyertaan doamu di hari-hariku. Bapak, Mama, Aji, Adila, memang Allah sangat mencintai kita. Terima kasih....

Kamis, 07 Juni 2012

Untuk 'yang terdalam'

Salah
Ku salah
Karena ku SALAH

" Membuatmu terjun terlalu jauh dalam kehidupan lain ku, ku membuat kau memasukan aku terlalu jauh di hatimu"

Berhentilah seperti 'yang terdalam'
Buka, Buka, Buka hatimu untuk yang lain

Hati itu, raga itu, serta jiwa itu berhak mendapatkan selain KU
Sadarlah kau hanya masuk dalam hidup ku yang lain
SISI LAIN, ISI LAIN
LAIN SISI, -NILA- -LAIN-

#permohonan maaf teruntuk 'yang terdalam', semoga mendapatkan yang jauh lebih baik, seperti KAMU.
Baba..
Sayang, ini berat.
Sayang, ini terlalu berat.
Sayang, ini sungguh berat.
Ketika aku sudah tau kesalahanku, dan kamu terlanjur semakin jauh mengayuh.
Ketika aku sudah tau kesalahanku, dan kamu tak menyambut mendekapku.
Ketika aku sudah tau kesalahanku. dan kamu belum sempat memaafkanku.
Ketika aku sudah tau kesalahanku, dan kamu belum sempat menyambutku dengan senyuman.
Ketika aku sudah tau kesalahanku, dan kamu mungkin sudah bebal dengan kita.
Sayang, sungguh aku takut kehilanganmu.
1st anniversary, bebe

Senin, 04 Juni 2012

Keterbatasan untuk Kretivitas Tanpa Batas


Mari Bangkit dari Keterbatasan

Setiap orang pasti mempunyai kekurangan serta keterbatasan, yang membedakannya adalah bagaimana orang tersebut menyikapinya. Ada orang yang malah terpuruk karena keterbatasan tersebut, tetapi banyak orang yang bangkit dari keterbatasan tersebut. Keterbatasan tidak hanya pada fisik saja, tetapi jauh lebih luas lagi. Keterbatasan jiwa yang besar, pikiran, ekonomi, dan lain sebagianya. Mungkin keterbatasan jiwa yang besar atau tekat yang besar, merupakan yang paling memprihatinkan. Dan saya pastikan pada diri saya sendiri, saya bukan termasuk orang yang mempunyai keterbatasan jiwa, tekat, dan harapan yang besar.

Memulainya dari mimpi, percaya, dan usahakan. Begitulah motto hidup saya, mimpi merupakan sumber alasan, motivasi, dan harapan yang besar yang tentunya akan membuat orang akan menjadi besar pula. Percaya, jauh sangat luas pengertian percaya disini, percaya pada kemampuan diri yang pasti dapat mewujudkan dan meraih mimpi-mimpi, percaya kepada Allah yang menciptakan saya, percaya kepada doa-doa saya, serta percaya kepada setiap doa dan peluh orang tua. Usahakan, jelas ini bentuk aksi dari mimpi dan percaya.

Dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, tetapi tidak menyurutkan niat dan cita yang besar untuk terus menjadi “not ordinary girl”. Sejak kecil saya terkenal sebagai pembeda, baik di lingkungan keluarga besar, lingkungan rumah, dan lingkungan sekolah. Pembeda disini dalam artian positif, bukan cenderung negatif. Ketika teman bersekolah di sekolah biasa, saya memutuskan dan mengusahakan agar dapat bersekolah yang diatas biasa (favorit). Walaupun ditengah keadaan ekonomi yang biasa-biasa saja, tetapi baik saya dan keluarga yakin ketika ada kemauan yang kuat dan tulus pasti Allah akan memberikan jalan-Nya. Keterbatasan ekonomi bukan menjadi halangan yang berarti, walaupun memang saya akui terkadang menjadi batu sandungan yang membuat saya tersendat dalam hal pembayaran biaya sekolah, tetapi hal itu tidak menjadi batu sandungan yang berarti bagi tekat yang besar.

Segalanya akan berjalan mudah dan mungkin, jika kamu percaya kepada kemampuan dirimu serta kebesaran yang menciptakanmu. Terus mengasah kemampuan dan keterbatasan, itulah yang selalu saya lakukan di kehidupan saya agar tetap harapan serta cita yang besar agar terwujud. Kemampuan akan membuat kita makin besar lagi dari sekarang dan keterbatasan yang kita asah menjadi kelebihan positif, jika kita mengambil sisi positifnya, akan membuat kita makin mantap serta kuat.

Mungkin saya orang yang terkesan ambisius karena target-target saya yang sangat banyak dan menanamkan pada diri “harus tercapai”. Ini pembelajaran yang berat dan pendewasaan yang saya rasa begitu cepat, saya anak pertama dari keluarga yang sederhana. Saya selalu berpikiran harus dapat membanggakan orang tua yang sudah susah payah dan sangat mengusahakan agar saya dapat menikmati pendidikan yang tinggi, disisi lain saya seorang kakak yang harus menjadi contoh bagi adik-adik saya untuk menanamkan dalam diri “kerja keras, kerja keras, kerja keras”.  Ditengah keterbatasan ekonomi, saya memang hanya bekerja paruh waktu seadanya saja, yaitu di Bursa Asrama. Mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan mengajar privat. Dikarenakan saya orang yang lemah di fisik (gampang sakit), jadi saya memutuskan untuk mengembangkan akademis serta pengalaman berorganisasi daripada mengajar privat yang membuat saya lebih cepat sakit dan tidak dapat mengembangkan akademis dan pengalaman organisasi. Sehingga yang saya lakukan selama ini adalah mengatur keuangan dengan baik. Karena berorganisasi juga bukan suatu yang murah, banyak hal yang harus dibayarkan (financial).

Dalam kerendahan diri, ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta, ada kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup, ada keluasan ilmu.

Hidup ini indah jika segalanya karena Allah. (HAMKA)

Minggu, 03 Juni 2012

Perhimak UI Festival 2012

Pehimak UI Festival 2012 merupakan acara gelar budaya perdana paguyuban-paguyuban se-UI. 

yay, ini diaaa poster perhimak UI Fest 2012, hasil kolaborasi ayyure + Danang Swastiko.

beribu-ribu apresiasi buat mas danang, terima kasih telah meluangkan waktunya buat bantuin saya :)


taraa, ini MC yang gokil banget di acara PUIF

 Tw Yuliani dan Mas Rukhin

Turut juga bergabung, para putri Pariwisata dan Putri Kewirausahaan


Talk Show kontribusi paguyuban

Oleh Bapak Tukimin, Ketua Paguyuban Nasi Goreng Tegal, serta Kak Wize (Ketua Forkat Asrama 2010)

Persembahan Budaya

persembahan dari Perhimak

akustik dan musikalisasi puisi

oleh Teguh Prasetyo, Rizky Purnamasari, Dwi Septianti, serta Irvan Aulia

 para vokalis grup musik Perhimak

Tari Lawet

oleh Anifatun M dan ayyure

grup Gamelan FIB UI

aplaus buat Grup Gamelan FIB UI yang keren banget, padu padanin musik tradisional dan musik modern.

Teruslah nguri-uri budaya tradisional!!!

 Persembahan dari Saimala

Lampung

Wayang Orang

Sintesa, Tegal

KEREN BANGET!!! kocak abis

Dolalak

Kompor, Purworejo

Bikin bulu kuduk merinding euy.

MISTIS

Tari Piring

IMAMI, Padang

Randai

IMAMI, Padang

bikin ga mua beranjak dari tempat duduk. KEREN banget, wujud nyata kalau budaya tradisional juga bisa di kolaborasi dengan budaya modern.

 Persembahan dari Paguyuban Makasar

Lagu Angin Mamiri dan Indonesia Jaya

tambah cinta dengan kekayaan alam negeri Indonesia

 Para pemenang Lomba-lomba pra-event yang diadain oleh PUIF.

Lomba Karikatur, Lomba Fotografi, dan Lomba Business Plan

Selamat bagi para juara :)

Semangat berkontribusi paguyuban-paguyuban daerah.


Quote

Segalanya akan berjalan mudah dan mungkin, jika kamu percaya kepada kemampuan dirimu serta kebesaran yang menciptakanmu.
-ayyure

Tentang Karya Salemba Empat


Karya Salemba Empat
Turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, demi masa depan yang lebih baik”. Sebuah kalimat sederhana yang mengandung dampak besar dan kontributif bagi kehidupan bangsa. Begitulah yang nampaknya ingin dikesankan oleh para pendiri yayasan Karya Salemba Empat. Berawal dari cita-cita sederhana tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), tetapi dengan harapan dan tujuan yang besar.
Cita-cita sederhana tersebut, tentunya tetap sulit dijalankan jika tidak adanya dukungan financial untuk menjalankan cita-cita luhur tersebut. Tetapi jalan keluar akan selalu ada untuk suatu niat yang luhur, dengan melihat peluang bahwa setiap perusahaan pasti akan melakukan tanggungjawab perusahaan atau yang sering dikenal Coorporate Social Responsibility (CSR).
Maka cita-cita sederhana, niat yang luhur, pengabdian perusahaan pada masyarakat disatukan dalam wadah Karya Salemba Empat, sebuah yayasan pemberi beasiswa. Ide nama Karya Salemba Empat ini muncul karena sang para pendiri KSE menuntut ilmu di kampus yang berlokasi di Jalan Salemba no. 4. Berawal dari keperihatian para pendiri terhadap mahasiswa yang sibuk bekerja daripada kuliah demi harapan ingin tetap melanjutkan studynya, dan akhirnya menjadi yayasan yang besar seperti saat ini.
Setiap orang mempunyai potensi, inilah yang menjadikan kegiatan-kegiatan di yayasan KSE mengedepankan banyak pelatihan-pelatihan baik Leadership, Kewirausahaan, dan lain sebagianya. Tidak hanya itu saja, jiwa sosial setiap anak KSE juga dikembangkan dengan adanya kegiatan-kegiatan sosial yang rutin yang di lakukan oleh Paguyuban-paguyuban KSE di 12 universitas di Indonesia, seperti English for Kids, Rumah Pintar, Student Social Responsibility (SSR). Tatap muka dengan para donator juga tidak luput dari kegiatan-kegiatan di KSE. Adapun donatur-donatur KSE adalah diantaranya dari Bank BNI, Bank Mandiri, Bank OCBC NISP, Indofood, PGN, Indika, dan lain sebagainya. Tentunya kegiatan-kegiatannya bermanfaat bagi setiap penerima beasiswa KSE.